Skip to main content

Posts

Showing posts with the label diary

Mungkin Ini Alasan Pedagang Asongan Dilarang Berjualan Di Kereta Api

Saya berangkat menuju Jakarta dari Kota Malang menggunakan jasa Kereta Api atau PT.KAI dengan tiket yang telah dipesan perusahaan seharga Rp. 109.000,- Menurut jadwal tiket, kereta api berangkat dari stasiun Kota Baru pada pukul 17.00, namun mengalami keterlambatan karena beberapa hal. Setelah hampir 2 jam saya menunggu, akhirnya kereta Matarmaja kelas Ekonomi datang. Saya kebagian gerbong 4, nomor kursi 2A. Rencananya, jika sesuai jadwal, kereta api akan sampai di stasiun Pasar Senin, Jakarta pada pukul 09.45 waktu setempat. Bagaimanapun, PT.KAI telah banyak mengalami kemajuan terkait pelayanan penumpang. Diantaranya: 1. Tiap gerbong full AC, minimal mengurangi rasa gerah. 2. Fasilitas kamar mandi telah bersih 3. Kondisi tiap gerbong bersih 4. Tidak ada penumpang yang berdiri dan berdesakan Sekitar pukul 19.30, perut saya lapar. Dan saya menganggap bahwa pedagang asongan masih berjualan di dalam kereta. Setelah sekian lama menunggu, mereka tidak kunjung ada. Di waktu yan...

Filsafat dan Jurnalisme

Dua kata dengan makna berbeda. Namun sebenarnya apa yang membuat keduanya bisa menjadi paduan menarik? Dan bisa saja menjadi sesuatu yang dibutuhkan di zaman sekarang. Saya bukan seorang pakar. Hanya mencoba memberikan judul yang cocok untuk menghubungkan keduanya hingga bisa menghasilkan tulisan berisi pengalaman, yang mungkin bisa bermanfaat bagi pembaca.

Saat Mudik Siang Hari, Jangan Lupa Mampir

Musim mudik memang sudah berlangsung sejak beberapa hari jelang hari raya Idul Fitri kemarin. Jangan lupa pastikan keamanan berkendara dengan sangat matang agar selamat hingga tujuan.

Buka Sekarang Juga!

Hahaha, jangan lebai saat membaca judulnya. Maksud dari judul tersebut adalah bukber, alias buka bersama. Buka bersama teman-teman kantor dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Juni 2016. Yang baru pertama kali dilaksanakan selama bulan Ramadhan di tahun 2016.

Belajar Konsisten Itu, Sesuatu

Saya termasuk orang yang baru jika dikategorikan menjadi 'orang yang konsisten' dalam menulis blog. Dan semangat itu muncul, saat saya mulai mencium aroma 'profesi serupa' dengan segala upayanya dalam terus berkarya mengisi blog.

Gado-Gado dan Bakso Khas Mbak Shofi

Jika Anda kebetulan berada di Kota Malang , tepatnya di Kelurahan Merjosari, tak jauh dari perumahan Graha Dewata. Terdapat sebuah warung makan yang kas dengan menu gado-gado dan baksonya.

Tutup Mata, Dan Aku Rela

Hampir 8 tahun, aku merasakan kebingungan dalam mencari istilah-istilah dalam kehidupan. Saat pertama kali, aku bertekad melamar pekerjaan di sebuah perusahaan pertelevisian lokal di Kota Malang.

Bernostalgia Masa Lalu

Sejak kelahiranku di tahun 1987, sejumlah kenangan masa demi masa masih teringat dibeberapa bagian otak ini. Berikut adalah secercah kecil dari sejarah yang telah menjadi kenangan bagiku.

Harun

Dialah yang membuatku tersadar semua sejarah yang telah lampau. Dan semua kejayaan masa itu ia ceritakan secara seksama sebagai suatu hadiah kehidupan dengan segala perjuangannya. Walau aku mendengarkannya melalui telinga mudaku, namun semua kesan terpatri oleh energi yang disematkan dalam semua ceritanya.

Terima Kasih Sudah Mengenakannya

Semoga ini adalah yang sebenar-benarnya kembali fitrah. Kosong-kosong. Kembali dimana dilupakannya semua perbuatan yang pernah dilakukan. Mewujudkan kerinduan terhadap masa lalu yang didambakan. Menjadi murni lagi, tanpa ada kerumitan yang sempat berlalu. Berjuang menjadi legowo kian terasa dekat. Melepas semua hal yang sarat dengan keegoisan. Semakin dewasa, semakin mengerti. Terima kasih Tuhan. Terima kasih ibu, bapak.

Sepatu Biru

Dia berkeliling pelan diantara rak-rak dan etalase. Mata mungilnya melihat barisan teratas dari ribuan sepatu yang tertata rapi dan berpasangan. Sesekali, ia menggapai tanganku untuk diajak berkeliling lebih jauh di lautan fashion Malang Town Square. Betapa senang saat melihat raut mukanya yang ceria. Sepatu warna biru, iya, warna biru selalu menyita perhatian dia. Demi mendapatkan ukuran yang cocok, ia memasangkannya di kaki. Wanita ini hebat, bisik batinku. "Pilih aja salah satu yang kamu suka." "Nggak ah." "Kenapa?" "Gak apa-apa.", jawabnya sambil tersenyum . Rambut lurusnya seringkali membuat aku terpana. Terlebih saat tangan dia melingkapkannya ke telinga, aku melihat pipinya, pipi yang bikin jatuh hati 6 tahun lalu. Ia masih bersenang-senang dengan mainannya. Terpikir untuk memberinya kejutan dengan membelikan sepasang sepatu yang ia amati sejak tadi. Namun...hahaha, saya sadar siapa saya. "Ayo, lima menit lagi, filmnya akan diputar....

Fokusku, Alihkan Fokus

Bersikap fokus terhadap sesuatu menjadi penting saat sebuah tujuan menjadi cita-cita utama yang harus diwujudkan. Tapi perlu diperhatikan, bagaimana jika fokus tersebut tidak hanya satu, alias, semua dijadikan prioritas utama? Itulah yang saya sebut sebagai fokus yang tak terfokus. Banyak orang -termasuk saya- mengaku fokus akan suatu hal, namun pada kenyataannya masih banyak keinginan dari orang-orang tersebut yang belum terwujud. Apa solusinya? Kembali kupas tujuan dari apa yang dicari saat ini. Daftar kembali semua cita-cita yang ingin dicapai. Bila daftar fokusmu ternyata 'banyak', beri skala prioritas dengan memperhatikan segala sesuatu. Di tahap inilah yang paling menguras tenaga. Setelah itu bagaimana? Ya jalani aja sesuai skala prioritas, menangkan fokusmu yang menduduki peringkat tertinggi. Dan konsisten. Salam.

Garuda, bioskop 21. Tak Sesuai Harapan.

Ditanganku, ada dua tiket masuk bioskop 21 yang film nya sebentar lagi akan dimulai. Sembari menunggu pemutaran, kami berdua memesan dua minuman sama di foodcourt tak jauh disitu. Memang hari ini kalo kedua aku mengajaknya menonton bioskop. Dalam benakku hanyalah, membuatnya tersenyum dari sekian hari kemurungannya. Terlihat dan terasa. Makanya, aku berharap dengan memberikannya sedikit hiburan mungkin bisa sebentar melupakan semua keruwetan yang ia alami. "Film The Hobbit emang gak ada ya?". "Gak ada. Khan udah aku bilang tadi, bahkan aku sms ke kamu kalo daftar film nya cuman itu." Rencananya memang film The Hobbit yang menjadi pilihan kami berdua. Namun sehari sebelum kami berdua ke Bioskop 21, film itu belum ada. Berhubung dia ingin sekali menyegarkan pikiran, film apapun jadi. "Yang ada memang film Garuda. Aku ndiri gak tau gimana itu filmnya. Gimana?" "Terserah deh. Yang penting nonton". Saat jam pemutaran, hanya sedikit yang menonton. Aku ...

Aku dan Wanita, Itu Unik

Menghadapi seorang wanita bagi pria ternyata berat. Walaupun sejak dulu, banyak orang menyatakan bahwa seorang pria dibekali 9 logika dan 1 perasaan. Namun, hal ini menjadi keunikan sendiri dari sisi manusia sejak diciptakan. Terkadang, selain dijadikan sebagai seorang penakluk, pada akhirnya akan terjadi pula posisi tertaklukkan. Dan salah satunya jika membahas tentang hubungan antara pria dan wanita. Bagiku, dari sekian wanita yang pernah memiliki hubungan lebih dari sekedar teman, memiliki keunikan tersendiri. Dengan karakter yang berbeda satu dengan yang lainnya. Aku beranggapan, memang tidak ada makhluk yang sempurna. Hanya kita yang seharusnya berani mengubah paradigma bahwa kesempurnaan didapat saat kita menganggap ketidaksempurnaan sebagai hal yang sempurna. Karena sebuah perasaan, rasa kasihan, dan cinta, mampu menyisihkan logika. Bahkan sesekali, karena cinta dan benci, membuat orang terlihat gila. Namun itu semua nyata. Keindahan dunia memang terletak pada beragamnya sifat d...