Skip to main content

Tutup Mata, Dan Aku Rela

image


Hampir 8 tahun, aku merasakan kebingungan dalam mencari istilah-istilah dalam kehidupan.

Saat pertama kali, aku bertekad melamar pekerjaan di sebuah perusahaan pertelevisian lokal di Kota Malang.


"Haruskah aku kembali menjadi seorang karyawan?"

Namun bagaimanapun, sistem negara yang saat ini masih belum aku pahami membuat aku harus memutuskannya dalam kondisi sedikit tertekan. Dan hasilnya?
"Aku adalah seorang karyawan, yang patuh pada aturan, serta nominal gaji yang ditentukan sang empu perusahaan."

Gaji tak seberapa, tak mengapa
Tanpa tunjangan, tak mengapa
Tanpa terima bonus pun, aku rela

Semua, demi perusahaanku.

Sayangnya, 'matanya yang tertutup' membuat terbentuk grafik fungsi D>0 dan a<0. Segala sesuatu yang awalnya tak muncul dipermukaan, menjadi optimal dipermukaan, dan akhirnya kembali terbenam dibawah permukaan.

Semuanya lemas, sirna, seakan sia-sia.

Dan, semuanya tetap tutup mata....

Rejeki hanyalah Tuhan persiapkan, kita berupaya dalam meraihnya.

Popular posts from this blog

Harun

Dialah yang membuatku tersadar semua sejarah yang telah lampau. Dan semua kejayaan masa itu ia ceritakan secara seksama sebagai suatu hadiah kehidupan dengan segala perjuangannya. Walau aku mendengarkannya melalui telinga mudaku, namun semua kesan terpatri oleh energi yang disematkan dalam semua ceritanya.

Buka Sekarang Juga!

Hahaha, jangan lebai saat membaca judulnya. Maksud dari judul tersebut adalah bukber, alias buka bersama. Buka bersama teman-teman kantor dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Juni 2016. Yang baru pertama kali dilaksanakan selama bulan Ramadhan di tahun 2016.

Filsafat dan Jurnalisme

Dua kata dengan makna berbeda. Namun sebenarnya apa yang membuat keduanya bisa menjadi paduan menarik? Dan bisa saja menjadi sesuatu yang dibutuhkan di zaman sekarang. Saya bukan seorang pakar. Hanya mencoba memberikan judul yang cocok untuk menghubungkan keduanya hingga bisa menghasilkan tulisan berisi pengalaman, yang mungkin bisa bermanfaat bagi pembaca.