Skip to main content

Posts

Dimanakah Sebuah Kebijaksanaan Berada?

Pertanyaan itu muncul saat sebuah jenjang akademis tidak lagi bisa menjamin seseorang menjadi bijak dalam kehidupannya. Namun, sebuah jenjang akademis berpeluang untuk menjadikan seseorang lebih bijak. Menurut saya.

Kompetisi Tak Sehat

Mengapa 'sisi kemanusian' menjadi ampuh untuk menutupi segala perhitungan bisnis didalamnya? Seperti tayangan yang baru saya lihat tentang kompetisi musik di salah satu televisi swasta. Saat penyelenggaraan eliminasi di akhir acara.

Media Online Mulai Terlihat Belangnya

Masyarakat kini lebih pintar memilih informasi di internet. Mana yang provokatif, mana yang hoax, mana yang murni informasi. Tak bisa dipungkiri lagi, saat ini kecanggihan internet bisa ditangan dan diakses siapa saja. Mulai dari kelas masyarakat atas hingga kepada masyarakat awam.

Keguyuban, Bertahan dari Konspirasi Penghancuran Nusantara

Banyaknya kepentingan pihak-pihak tertentu untuk menjadi super power berdampak terhadap penghancuran budaya yang dianggap berpotensi mengancam langkah-langkah menuju ke-superpower-annya tersebut.

Sepatu Biru

Dia berkeliling pelan diantara rak-rak dan etalase. Mata mungilnya melihat barisan teratas dari ribuan sepatu yang tertata rapi dan berpasangan. Sesekali, ia menggapai tanganku untuk diajak berkeliling lebih jauh di lautan fashion Malang Town Square. Betapa senang saat melihat raut mukanya yang ceria. Sepatu warna biru, iya, warna biru selalu menyita perhatian dia. Demi mendapatkan ukuran yang cocok, ia memasangkannya di kaki. Wanita ini hebat, bisik batinku. "Pilih aja salah satu yang kamu suka." "Nggak ah." "Kenapa?" "Gak apa-apa.", jawabnya sambil tersenyum . Rambut lurusnya seringkali membuat aku terpana. Terlebih saat tangan dia melingkapkannya ke telinga, aku melihat pipinya, pipi yang bikin jatuh hati 6 tahun lalu. Ia masih bersenang-senang dengan mainannya. Terpikir untuk memberinya kejutan dengan membelikan sepasang sepatu yang ia amati sejak tadi. Namun...hahaha, saya sadar siapa saya. "Ayo, lima menit lagi, filmnya akan diputar....

Fokusku, Alihkan Fokus

Bersikap fokus terhadap sesuatu menjadi penting saat sebuah tujuan menjadi cita-cita utama yang harus diwujudkan. Tapi perlu diperhatikan, bagaimana jika fokus tersebut tidak hanya satu, alias, semua dijadikan prioritas utama? Itulah yang saya sebut sebagai fokus yang tak terfokus. Banyak orang -termasuk saya- mengaku fokus akan suatu hal, namun pada kenyataannya masih banyak keinginan dari orang-orang tersebut yang belum terwujud. Apa solusinya? Kembali kupas tujuan dari apa yang dicari saat ini. Daftar kembali semua cita-cita yang ingin dicapai. Bila daftar fokusmu ternyata 'banyak', beri skala prioritas dengan memperhatikan segala sesuatu. Di tahap inilah yang paling menguras tenaga. Setelah itu bagaimana? Ya jalani aja sesuai skala prioritas, menangkan fokusmu yang menduduki peringkat tertinggi. Dan konsisten. Salam.

Malam, dan Teman Rokok yang Setia

Siapa bilang rokok itu penyakit? Yang banyak bikin orang terkena kanker paru-paru itu bukan seberapa banyak yang kamu hisap, namun seberapa ceria kamu dalam hidupmu. Dan seberapa kreatif kamu menyiasati pikiranmu. Dalam tulisan ini aku tidak akan membahas tentang konspirasi bisnis rokok. Yang pasti, aku adalah perokok aktif dengan pengikut yang hanya sedikit. Karena salah satu paradigma mereka adalah rokok yang membahayakan kesehatan. Aku membela rokok, karena karena dia telah menemaniku setiap hari setiap malam. Selain rokok, terkadang pula ada kopi hitam pengusir kantuk. Udah deh, 2 hal itu yang gak bisa lepas dari pandangan malamku saat lembur. Biarin apa kata orang bahwa rokok itu penyakit. Biarin, apa kata orang kalo kopi itu gak bagus untuk kesehatan. Yang penting dinikmati aja lah, biar pikiran gak terlalu berat memikirkan hal-hal yang tak perlu.